Beranda / Artikel / BEI-Kadin Bidik 100.000 UMKM Jadi Agen Literasi Pasar Modal
BEI-Kadin Bidik 100.000 UMKM Jadi Agen Literasi Pasar Modal
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia menargetkan 100.000 pelaku UMKM menjadi agen literasi guna menyebarkan informasi pasar modal dan keuangan. Langkah ini sebagai upaya meningkatkan minat investasi hingga ke pelosok daerah.
“BEI mengajak ratusan ribu pelaku UMKM, warung tradisional, dan pelaku usaha rumahan untuk mengikuti Sekolah Pasar Modal (SPM) yang diadakan bersama Kantor Perwakilan (KP) BEI di wilayah masing-masing," kata Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Iman Rachman dikutip Antara, Selasa (28/2/2023).Untuk mengedukasi UMKM agar melek investasi pasar modal dan keuangan, BEI dan Kadin merilis Duta Literasi Sahatra (Sahabat Usaha Rakyat). Para duta ini akan memberikan pengetahuan pada 100.000 pelaku UMKM. "Nantinya Duta Literasi Sahara yang dipilih Kadin akan mendapatkan pelatihan khusus," tegas Iman.
Ketua Komite Tetap Kewirausahaan Kadin Indonesia Sharmila Yahya, ruang lingkup program ini mencakup edukasi, sosialisasi, dan pelatihan dalam rangka peningkatan pengetahuan dan keterampilan di bidang pasar modal.
“Duta Literasi Sahara dapat membina sekaligus memperkuat warung tradisional, toko eceran, serta UMKM di wilayahnya. Nantinya, satu orang duta literasi akan mengelola dua kelurahan. Dengan masing masing kelurahan terdapat 35 hingga 50 warung Sahara," ujar Ketua Umum Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (Inkowapi) ini.
Sharmila, yang ditunjuk sebagai penanggungjawab program Duta Literasi Sahara menegaskan program ini mengajak masyarakat untuk menumbuhkan minat investasi di pasar modal dan keuangan.Duta Literasi Sahara yang diinisiasi Kadin dan BEI ini merupakan tindak lanjut kerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian tentang kemitraan multipihak yang bertujuan untuk menghapus kemiskinan ekstrem melalui pembentukan posko pangan di setiap kelurahan.
Sektor UMKM termasuk warung eceran tradisional, telah berkontribusi pada pendapatan domestik bruto (PDB) rata-rata sekitar 57,8% per tahun atau sekitar Rp 8.000 triliun. Berdasarkan jenisnya, warung eceran tradisional menjadi retail yang paling banyak di Indonesia yakni sebanyak 3,61 juta toko di akhir tahun 2021.